Tampilkan postingan dengan label Islam dan Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam dan Biologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Keajaiban Lebah Madu


"Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia." (QS. An-Nahl, 16:68)

Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur'an:


"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16: 69) 
 
Tahukah anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?
Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.

Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.

Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali. Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.



Sumber Artikel : Harun Yahya
Read more »

Kehidupan Sosial Semut

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal




Di masa lalu, Para ilmuwan, meyakini bahwa kehidupan binatang yang termasuk kelompok serangga berjalan atas dasar insting belaka, dan bukan berdasarkan suatu sistem perilaku yang teratur dan tertib.

Namun setelah dicapainya kemajuan dan perkembangan pengetahuan tentang dunia serangga, yang didasarkan pada ilmu fisiologi yang membahas fungsi setiap anggota tubuh yang dimilikinya, juga ilmu genetika, para ilmuwan mendapatkan bahwa kehidupan serangga berjalan di atas dasar fungsi-fungsi tertentu—sesuai dengan sifat genetika yang mengatur perilakunya.

Salah satu jenis serangga yang menarik penelitian mereka adalah semut. Di mana jenis serangga ini memiliki sistem kehidupan yang tertib yang membatasi perilaku tiap-tiap anggota masyarakatnya. Untuk tempat tinggalnya, semut biasanya hidup secara berkelompok di suatu tempat tertentu. Di mana terkadang, sekelompok semut bisa memenuhi satu lembah yang luas sebagai tempat tinggal mereka.

Mereka hidup atas dasar kerjasama di antara sesama anggota kelompok. Ketika mereka dihadapkan pada rintangan yang berupa air, misalnya, maka semut-semut yang muda, khususnya yang jantan dan memiliki badan yang kuat akan membangun suatu jembatan dengan cara mengaitkan kaki mereka masing-masing, sehingga semut-semut yang lemah dan terluka serta yang sudah tua atau masih kecil, bisa melewati rintangan itu dengan selamat. Pembuatan jembatan ini adalah merupakan perintah dari seorang ratu semut yang memimpin kerajaan mereka.

Yang unik, di kerajaan semut pun terdapat ‘majelis syura’ yang anggota-anggotanya bertugas untuk memberikan masukan kepada ratu, dalam menetapkan setiap keputusan yang akan diambilnya, terlebih pada saat-saat genting.

Di kerajaan semut ini, yang menjadi pemimpin adalah semut betina dan bukan semut jantan. Karenanya mereka hanya memiliki ratu, dan tidak memiliki raja. Fenomena ini, merupakan hal yang biasa terjadi dalam kelompok serangga. Adapun sebabnya, dikarenakan bentuk tubuh sang ratu yang besar dan peranan penting yang dimainkannya. Di mana serangga jantan memiliki peranan yang kurang penting dibanding peranan serangga betina.

Para betina memiliki tugas antara lain; mendidik, menjaga dan mengawasi pertumbuhan anak-anaknya, menyiapkan dan menyimpan persedian makanan. Adapun jantannya, hanya bertugas untuk mempertahankan dan membela kehidupan mereka. Untuk itu, mereka akan mendapatkan imbalan dengan dipenuhinya semua kebutuhan pokok mereka tanpa harus berpayah-payah bekerja. Semua ini berjalan berdasarkan perintah dari ratu dan para pembantunya.

Tentunya, interaksi yang terjadi antara sesama semut membutuhkan suatu media komunikasi. Dan sesuai penelitian, terdapat bukti bahwa semut ini mempunyai ‘bahasa khusus’ yang mereka gunakan untuk saling berkomunikasi di antara sesama mereka, sehingga kehidupan mereka bisa berjalan secara teratur dan tertib.

Alquran, secara menakjubkan telah membuka tabir rahasia kehidupan semut ini, sejak empat belas abad yang lalu. Hal itu kita dapatkan dalam firman Allah SWT di surah An-Naml ayat 18: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. Sedangkan mereka tidak menyadari."

Dalam ayat di atas, kita mendapatkan bahwa Alquran telah  membicarakan tentang sistematika yang mengatur kehidupan semut yang berjalan sesuai dengan sistem yang telah disepakati di antara mereka. Termasuk tentang struktur tempat tinggal mereka yang dibangun dengan teknik arsitektur yang teliti, disesuaikan dengan lingkungan di mana mereka tinggal. Hal ini tercermin dalam firman Allah SWT: "udkhuluu masaakinakum".

Demikianlah, semua apa yang dijelaskan di atas, merupakan bukti kebenaran bagi Alquran sebagai wahyu Ilahi.



Redaktur: cr01

Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Read more »

Keajaiban Air Zamzam

 
Pemerintah Arab Saudi melaui presiden SGS (Saudi Geologi Survey ) menyangkal pemberitaan media Inggris , BBC yang menyebut air zamzam yang berasal dari mata air di dalam kompleks masjidil haram makkah tercemar dan minum air itu bisa menyebabkan kanker. Talal Mahjoub, Seorang warga Arab Saudi mengatakan “Keluarga saya dan saya telah meminum zamzam selama bertahun-tahun tidak ada dari kita menderita penyakit apapun sebagai akibat dari minum itu. Jika laporan BBC benar warga Makkah akan banyak menderita banyak penyakit termasuk kanker karena sebagian dari mereka minum air zamzam tersebut. ujarnya” (Surya, senin 9 mei 2011)

Menurut keyakinan umat Muslim sumur zamzam tidak akan pernah kering dan mengenggap air zamzam merupakan air suci yang dapat menyembuhkan penyakit dengan kekuatan ajaib. Air zamzam keluar dari dalam tanah untuk memberi air kepada Siti Hajar istri Nabi Ibrahim as. Dan Nabi Ismail putranya yang masih bayi saat itu dibawah sengatan terik matahari di lembah yang kering di Makkah.

Air yang keluar dari sumur zam-zam itu menyimpan rahasia yang luar biasa. Diantaranya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, sebagaimana hadist Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, yaitu Rosulullah SAW bersabda “Sebaik-baiknya air dimuka bumi ialah air zam-zam. Air zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit”.

Tidak seperti air mineral biasa air zamzam mengandung elemen-elemen alamiyah sebesar 2000 mg per liter sedangkan air mineral biasa hanya mengandung tidak lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen yang terkadung dalam air zamzam meliputi positiv ions (ions positiv), seperti sodium 250 mg per liter, kalsium 200 mg per liter potasium 20 mg per liter dan magnetsium sebesar 50 mg per liter. Serta negatif ions (ions negative) seperti sulfur 372 mg per liter fosfat 0,25 mg per liter dan amonia 6 mg per liter.

Kandungan-kandungan elemen kimiawi alamiah inilah yang menjadikan rasa dari air zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus.

Satu hal yang menarik selama ribuan tahun (lebih dari 14 abad) sumur zam-zam tidak pernah kering dan airnya tidak habis kendati airnya dipergunakan oleh lebih dari jutaan umat manusia setiap tahunnya. Disamping sebagai kehendak Allah SWT, secara ilmiah dapat diungkap fakta-faktanya.


Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin secara logika hal itu tidak masuk akal. Sebab sumur zamzam ini hanya memiliki luas permukaan 3-4 meter dan kedalamannya sekitar 30 meter, sangat kecil untuk menghasilkan air yang demikian besar untuk memenuhi jutaan umat manusian termasuk 2-3 juta orang jemaah haji setiap tahunnya yang masing-masing pulang membawa kekitar 5-20 liter per jemaah.

Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari, dalam artikelnya tentang Rahasia Air Zamzam menyebutkan dalam sebuah uji pemompaan (pump test) sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11-18,5 liter per detik atau mencapai 660 liter per menit atau sekitar 40 ribu liter per jam. Ini dilakukan sebelum tahun 1950-an.

Pada tahun 1953 dibangunlah pompa air. Pompa air ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air di antaranya juga keran-keran yang ada di sekitar sumur zamzam. Pada saat dilakukan pengujian, pada pemompaan 8000 liter pe detik selam 24 jam air yang berada dalam sumur zamzam mengalami penyusutan sedalam 3,23 meter. Dan ketika pemompaan dihentikan permukaan sumur kembali ke asalnya hanya dalam waktu 11 menit. Padahal jarak kota mekkah ke laut (pantai) sejauh 75 Kilometer. Ini menunjukkan bahwa banyak air yang tersimpan dalam sumur zamzam. Ini semua berkat hasil rekahan bebatuan yang ada pada perbukitan di sekitar mekkah.


Keajaiban inilah yang kemidian mengusik para ahli hidrologi untuk meneliti lebih lanjut tentang keanehan sumur zamzam yang dengan jarak yang relatif jauh dari laut, dari nama sumber air begitu cepat berkumpul kembali di sumur zamzam.

Rovicky menyebutkan, banyak rekahan bebatuan yang ada disekitar tempat itu disebutkan ada rekahan yang memanjang ke arah Hajar Aswad denga panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil ke arah Shafa dan Marwa.

Keterangan geometris lainnya menyebutkan, celah sumur di bawah tempat Thawaf sekitar 1,56 meter, kedalaman air di bibir sumur mencapai 17 meter da diameter berkisar antara 1,47-2,66 meter, celah inilah yang digunakan untuk memasok air kedalam sumur zamzam.

Mungkinkah air zamzam tercemar? Pertanyaan ini seringkali di embuskan oleh kelompok yang tidak percaya akan keajaiban sumur zamzam. Tahun 1971 dilakukan penelitian hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari pakistan bernama Tariq Hussain dan Moin Udin Ahmed. Penelitian ini dipicu oleh pernyataan seorang Doktor dari mesir yang menyatakan bahwa air zamzam tercemar limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi.

Tariq Hussien dan Rovicky mengatakan dari sisi hidrologi, juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan sumur zamzam karena mekkah terletak 75 kilometer dari pinggir pantai.Hasil penelitian ini menyangkal dengan tegas tuduhan Doktor mesir tersebut. namun, dari penelitian Tariq Huseinn ini, kemudian memacu Pemerintah Arab Saudi untuk senantiasa memperhatikan sumur zamzam dan merawatnya dengan baik.

Langkah-langkah y ang dilakukan Badan Riset sumur zamzam yang ada dibawah SGS (Saudi Geologi Survey) bertugas untuk :
a.Memonitoring dan memelihara sumur ini dari kekeringan
b.Menjaga urban dai sekitar Wadi Ibrahim karena memengaruhi pengisian air
c.Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air
d.Memlihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol
e.Meningkatkan pompa dan tangki-tangki penadah
f.Mengoptimalisasi suplai dan distribusi air zamzam

Saat ini sumur zamzam dilengkapi dengan pompa air listrik yang tertanam di bawah (elektric submersible pump).


“Menurut seorang professor asal jepang (Prof.Dr.Masaru Emoto), air zamzam senantiasa akan berubah bentuknya sesuai dengan doa orang yang membacanya. Molekul air zamzam berbentuk persegi enam yang sangat indah, seusai dibacakan doa kebaikan”

Sumber Artikel : Klik Disini

Sumber rujukan:
1.Syahruddin El-Fikri : Situs-situs dalam Al-Qur’an dari banjir Nuh hingga Bukit Thursina
2.Surya, 9 mei 2011
Read more »