Tampilkan postingan dengan label Video Pembelajaran Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video Pembelajaran Geografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2013

Video Pembelajaran Gempa Bumi dan Pembahasan Materi


Al Quran dalam Surah Al Zalzalah ayat 1 dan 2, secara jelas dikatakan "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya"

A.PENGERTIAN GEMPA BUMI(SEISME)
Gempa bumi adalah getaran yang dirasakan dipermukaan bumi yang disebabkan oleh gelombang-gelombang seismik dari sumber gempa di dalam lapisan kulit bumi..

B.KLASIFIKASI GEMPA BUMI
  a.Menurut Kedalaman Hiposentrum
   1. Gempa Bumi Dalam
             Gempa bumi  menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya. Tempat yang pernah mengalami adalah dibawah laut jawa,laut sulawesi,dan laut flores.


2. Gempa Bumi Menengah
               Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi Gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa. Tempat yang pernah terkena antara lain :

Sepanjang pulau sumatera bagian barat, pulau jawa bagian selatan, sepanjang teluk tomini, laut maluku, dan kep. Nusa Tenggara.

3. Gempa Bumi Dangkal
               Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar. Tempat yang pernah terkena antara lain : Pulau bali, pulau flores, yogyakarta, dan jawa tengah.

  b.Menurut Gelombang/Getaran Gempa
1. Gempa Akibat Gelombang Primer
       Gelombang primer (gelombang longitudinal) adalah gelombang/getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik. getaran ini berasal dari hiposentrum.


2. Gempa Akibat Gelombang Sekunder
       Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang, yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.


3. Gempa Akibat Gelombang Panjang
       Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.

Gelombang ini berasal dari episentrum dan gelombang inilah yang banyak menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.

C.TIPE GEMPA BUMI
•        Gempa bumi vulkanik( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

•        Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi

•        Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

•        Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

•        Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate(lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

D.ALAT PENCATAT GEMPA BUMI
Seismograf

•     Seismograf adalah alat pencatat gempa bumi. Seismograf dibedakan menjadi 2 macam yaitu :

a) Seismograf horizontal
b) Seismograf vertikal
•        Seismogram adalah gambaran getaran gempa bumi yang dicatat pada seismograf. Gambaran getaran ini berbentuk garis patah-patah. Apabila getaran semakin kuat, maka garis patah-patah akan semakin lebar dan apabila semakin lama getaran gempa itu di satu tempat, maka semakin panjang pita seismograf yang menggambarkan seismogram.
•        Pleistosista adalah garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat dari gempa bumi.

E.AKIBAT DARI GEMPA BUMI
•        Bangunan roboh.
•        Kebakaran.
•        Jatuhnya korban jiwa.
•        Permukaan tanah menjadi merekat dan jalan menjadi putus.
•        Tanah longsor akibat guncangan.
•        Banjir akibat rusaknya tanggul.
•        Gempa di dasar laut yang menyebabkan tsunami.

F.TIPS MENGHADAPI GEMPA BUMI
  Bila berada didalam rumah:
•        Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja atau tempat tidur.
•        Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
•        Jauhi rak buku, almari dan jendela kaca.
•    Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding,dsb.

  Bila berada di luar ruangan:
•       Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
•        Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
•        Jauhi rak-rak dan jendela kaca.

  Bila berada di dalam ruangan umum:
•        Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
•        Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, almari dan jendela kaca dsb.

  Bila sedang mengendarai kendaraan:
•        Segera hentikan di tempat yang terbuka.
•        Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.

Sumber Artikel : Klik Disini
Read more »

Video Pembelajaran Vulkanisme dan Pembahasan


Subhanallah,maha benar Allah "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Hai sobat-sobat semuanya,kali ini saya akan memberikan informasi kepada kalian semua berbentuk artikel dengan Topik VULKANISME(Gunung Api).Dalam artikel ini tekandung beberapa pembahasan,antara lain mengenai:pengertian Vulkanisme,Intrusi magma,Ekstrusi magma,Tipe gunung api dan masih banyak lagi yang lainnya.Langsung saja ke pembahasan.

A.PENGERTIAN VULKANISME(GUNUNG API)
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.
Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.
Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

  -Intrusi Magma

          Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut :
v  Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan, mendatar, dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.
v  Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan Bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.
v  Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok).
v  Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Bentuknya seperti silinder memanjang.
Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk, yaitu:

  -Ekstrusi Magma
          Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sehingga menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan. Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga macam, yaitu:
1. Ekstrusi linear,
terjadi jika magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sehingga membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung  api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. Ekstrusi areal,
terjadi apabila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

3. Ekstrusi sentral,
terjadi magma keluar melalui sebuah lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain.

B.TIPE GUNUNG API
  a.Berdasarkan Bentuknya
     1.Gunung Api Perisai
       Berbentuk kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah.Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

2.Gunung Api Kubah

       Gunung ini berbentuk kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat. Banyak lava yang membeku di saluran, akibatnya saluran menjadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang tersumbat. Seluruh bagian puncak gunung api pun dapat hancur dan lenyap seketika.

3.Gunung Api Strato

       Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang. Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut. Sifat letusan keras.

4Gunung Api Lava Pijar dan Abu
       Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Sifat letusan sedang. Contoh : Gunung Paracutin di Mexico.

  b.Berdasarkan Letusannya
     1Tipe Hawaii

       Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah.

2.Tipe Stromboli

       Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa.
3.Tipe Vulkano

       Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava. Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

4.Tipe Merapi

       Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat.

5.Tipe Perret

Letusan gunung api tipe perret adalah mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering timbul getaran sebelum terjadinya letusan. Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.


Sumber Artikel : Klik Disini
Read more »

Selasa, 03 Desember 2013

Video Pembelajaran Tentang Sistem Tata Surya


Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.
Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)

Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini.  Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.

Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.

Pernah suatu hari saya mengikuti seminar tentang teropong bintang di suatu tempat Bandung. Kebetulan waktu itu Pencinta Astronomi Jepang mau melihat Langit Selatan Bumi yang tentu saja tidak dapat dilihat dari Negara Jepang.

Negara Jepang juga hendak memperkenalkan teropong baru buatan mereka yang teropongnya di Bandung tetapi dikendalikan dari  Jepang.

Sebelum acara dimulai diadakan seminar dulu dan penjelasan tentang cara kerja teropong serta tanya jawab tentang astronomi oleh astronom-astronom dari Bandung.

Salah seorang astronom menjelaskan kepada para peserta tentang berbagai hal tentang astronomi termasuk tentang teori asal usul tata surya.

Dijelaskan oleh astronom tersebut tentang 5 teori asal usul tata surya yang sudah kita kenal:

Teori Nebulae atau Nebular Hyphothesis (Kant-Laplace) ,
Dikatakannya bahwa di jagad raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan  berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi Matahari. Bagian kabut sekitarnya kemudian berubah menjadi planet-planet dan satelitnya.Pada waktu yang hampir bersamaan , tanpa ada komunikasi, seorang ahli Fisika Prancis bernama Pierre Simon de Laplace, mengemukakan teori yang hampir sama.

Dikatakannya bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Karena pilinan itu maka kabut  tersebut membentuk bentukan yang bulat seperti bola  raksasa . Semakin kecil bola tersebut maka semakin cepatlah pilinannya. Akibatnya bentuk bola itu kemudian memepat di bagian kutubnya dan melebar dibagian ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas di ekuatornya menjauh dari  gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang.Lama kelamaan gelang-gelang itu berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan padat itulah yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian inti kabut itun tetap berbentuk gas pijar yang kemudian kita sebut matahari sekarang ini.

 Teori Planetisimal ( Moulton dan Chamberlin ),  
Teori ini menyatakan bahwa matahari yang kita lihat sekarang memang sudah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa ada sebuah bintang lain yang berpapasan dengan matahari tersebut pada jarak yang tidak terlalu jauh. Sebagai akibatnya maka terjadilah pasang naik pada permukaan matahari maupun pada permukaan bintang tersebut. Akibat selanjutnya maka sebagian dari massa matahari tersebut ada yang tertarik ke arah bintang.Pada waktu bintang itu menjauh, menurut Moulton dan Chamberlin, sebagian dari massa matahari tersebut jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa. Bagian yang terhambur ke ruang angkasa inilah yang dinamakan planetisimal yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya kemudian beredar pada orbitnya.

Teori Pasang Surut (Jeans dan Jeffreys),
Teori Pasang-Surut yang hampir sama dengan teori Planetisimal.Jeans dan Jeffreys mengemukakan bahwa setelah bintang itu menjauh maka massa matahari yang lepas itu membentuk bentukan cerutu  yang menjolok ke arah bintang. Kemudian sebagai akibat bintang yang semakin menjauh maka masa cerutu itu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas itulah yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya yang kemudian beredar pada orbitnya.

Teori Bintang Kembar,  
Satu lagi teori yang hampir sama dengan teori Planetisimal dan di kemukan kira-kira pada tahun tahun 1930. Teori ini menyatakan bahwa dahulu memang sudah ada dua buah bintang kembar. Salah satu dari bintang kembar itu kemudian meledak dan menjadi berkeping –keping. Karena pengaruh gravitasi bintang yang tidak meledak maka  kepingan-kepingan itu berputar mengelilingi bintang tersebut. Bintang yang tidak meledak itu kemudian menjadi matahari yang kita lihat sekarang. Kepingan-kepingan yang berputar mengelilinginya kemudian menjadi planet-planet dan satelit-satelit.

Teori Awan Debu  atau Proto Planet (von Weizsaecker), 
Teori ini menyatakan bahwa tata surya itu terbentuk  dari gumpalan awan gas dan debu. Sampai sekarang ini di alam semesta masih bertebaran gumpalan awan seperti itu. Kurang lebih 5.000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu kemudian membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih sehingga menyerupai bentuk cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya.Bagian tengah cakram ini berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Parttikel-partikel dibagian tengah ini saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari.Bagian paling luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan-gumpalan ini berpilin juga seperti gumpalan bola semula. Gumpalan-gumpalan ini kemudian menjadi dingin lalu membeku. Gumpalan-gumpalan yang membeku inilah yang kemudian menjadi planet-planet dan satelitnya dan beredar pada garis edarnya.

Ketika sesi tanya jawab saya mengacungkankan tangan dan bertanya  kepada astronom tersebut,  "Maaf Pa menurut pendapat Bapa, mana diantara 5 teori atau hipotesa tersebut yang paling benar?".

Atronom tersebut menjawab:" Karena ini teori atau hipotesa, maka tidak ada yang mutlak benar, karena mungkin besok bisa saja hipotesa-hipotesa tersebut mungkin berubah!"

Selanjutnya saya menjelasakan: "Maaf Pa, saya seorang Muslim, menurut kitab suci saya Al-Qur'an ada teori yang mendekati benar, yaitu teori Kabut Nebulae, seperti tercantum dalam Qur"an ( lalu saya bacakan ayat Al-Qur'an surat Fusilat : 11 dan saya jelaskan artinya),

 "Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap (kabut), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati (sukarela)".
 Mendengar penjelasan saya tersebut teman-teman saya peserta seminar yang terdiri dari Guru Fisika dan Geografi Kota Bandung secara spontan bertepuk tangan dengan meriah.

Kemudian saya melanjutkan: "Maaf, dengan tidak ada maksud suudzon, ada kemungkinan Kant-Laplace membuat hipotesanya dengan mengutip dari ayat Al-Qur'an tersebut karena Al-Qur'an turun jauh lebih dahulu dari pertama kali hipotesa mereka dipublikasikan!

Astronom itupun hanya terdiam.
Kemudian saya melanjutkan: "Ujung ayat ini yang berbunyi kami  datang dengan sukarela artinya semua benda di bumi ini patuh dan tunduk kepada Alloh, karena ayat ini bercerita tentang langit dan bumi, maka inilah teori gravitasi Alloh (sunatulloh), yang sekarang terkenal dengan teori Hukum Gravitasi Newton" 

Berbicara tentang gravitasi, pernahkah kita berfikir berapa kecepatan benda jatuh dari suatu ketinggian  ketika sampai dipermukaan tanah?

Bagi yang pernah menaiki pesawat terbang mungkin tahu bahwa ketinggian terbang pesawat adalah antara 10 km sampai 11 km. Kita angap saja 10 km atau 10.000 meter.

Andaikan ketika pada ketinggian tersebut pesawat mati mesinnya dan jatuh, maka kecepatan pesawat tersebut ketika tiba dipermukaan bumi adalah sesuai dengan rumus kecepatan benda yang jatuh bebas, (anggap percepatan gravitas (g) = 10 m/s:) yaitu,

kecepatan =  √(2 x percepatan gravitasi x tinggi)
kecepatan =  √2gh
kecepatan = √(2 x 10 x 10.000)
kecepatan = √(200.000)
kecepatan = 447 m/s atau 
kecepatan = 1.609,2 km/jam

Jadi kecepatan pesawat ketika tiba dipermukaan tanah adalah 1.609,2 km/jam. Subhanalloh kecepatan yang sangat tinggi.

Mudah-mudahn bermanfaat!!!


Sumber Artikel : Klik Disini Dan Disini
Read more »